Percakapan Kaca dan Udara
Mungkin sekedar jarum pendek yang hilang
Maka waktu kehilangan bayangan
Nyaris tanpa suara
Untuk didengar telinga
Kepada detik yang berhenti
Pecahan kaca yang tak jua jatuh
Bising tiada ampun
Satu nada terus melengking
Tinggi
Karena waktu nyata berhenti
Ruang tak lagi nyata
Dulu
Gelap
Terang
Berayun
Rupanya kini mereka berkawan
Setuju untuk diam
Satu tuju
Untuk sebuah niscaya
Yang tampaknya malas muncul
Atau undangannya tidak tercetak kata
Sudah sana besok datang juga
Sta. Sudirman-Depok, 7 Des 2011


