my life as ulez

Archive for March, 2011

gerbong 4, the stories, #1

We could be stranger on the street yesterday
Yet today you are my brother

Advertisements

Tangan

Tangan lelaki berjaket denim
Berkeringat
Setelah mengoper dompet ke orang lewat

Tangan perempuan bergincu ungu
Mengetuk2 layar sentuh kecil
Sambil gelisah berbisik pelan
“Di tempat makan yang biasa aja ya”

Tangan lelaki bermasker
Sibuk mengetik sesuatu
Sambil sesekali menyentuh mulutnya
Ketika batuk

Dua tangan
Pemilik berbeda
Bergenggaman erat
“Sebentar, suamiku menelpon”

Tangan berkuku rapi
Berparas rupawan
Berleher jenjang
Menyeka air mata

Tangan berkulit cerah
Mantap membuka kitab suci
Lembar demi lembar
Sesekali membelai janggutnya

Tangan yang melingkar
Pada sebuah pinggang singsat
Sesekali naik ke atas
Pemilik pinggang bergincu ungu


Perempuan di bawah eskalator

Perempuan ber tas hitam Minggir
Selesai
Temannya menaiki eskalator stasiun
Matanya mengekor sampai bayangan itu habis

Terbatuk
Lalu berjalan kepinggir
Rokok hijau dari negeri seberang
Terbakar dan mulai mengisi paru

Hiruk pikuk
Tapi seolah sendirian
Di planet sunyi

Digerakan jari
Menekan tomboltombol telpon genggam pintar
Di ketuk dua kali pada layar
Lalu mengalun
Cut Here, lagunya The Cure

Ya tiga tahun
Lalu seperti pertemanan biasa
Selalu perpisahan ikut dalam paketnya

Tersenyum sambil bernyanyi
“I should’ve stopped to think – I should’ve made the time
I could’ve had that drink – I could’ve talked a while
I would’ve done it right – I would’ve moved us on
But I didn’t – now it’s all too late
It’s over… over
And you’re gone.. “

Dukuh Atas, 21 Maret 2011


kau

Setia menanti
Sampai aku terbakar habis
Apa yang ada dalam otak kecilmu
Apakah aku bau hangus sedap
Atau sudah sedemikian mulianya
Sehingga hanya api yang boleh menyentuhku


Jala

Separuh kemanusiaan itu akhirnya laku terjual
Untuk membeli surga segera
surga tanpa bidadari & sungai khamr
surga yang dibangun dari tangis

Lama dan indah dibacakannya ayat
Yang berbunyi sekehendak hati
Sambil membelakangi
Dirubah semua tanda baca
Agar sesuai dengan lagu
Yang dinyanyikannya

Hadirin memuji nyanyiannya
Entah mengapa lampu
Hanya tertarik pada yang tersenyum

Hujan diluar
Pintu keluar entah di mana
memaksa
Tetap menonton dan bertepuk
Walau penonton gerah

Lagu tak sesuai lirik yang dibagikan
Sebelum panggung dibuka

Posted with WordPress for mobile device apologize for typing limitations