my life as ulez

Pemojokan dan Pembelaan (Diskursus Tentang Tulisan Allan Nairn)

Eee Kyu Says

Jangan coba-coba memojokkan seseorang secara berlebihan. Apalagi dengan cara yang tidak benar dan di depan altar publik. Publik memiliki berjuta pasang mata, berjuta pasang telinga, dan — lebih daripada itu — berjuta kepala, otak, dan hati. Dan mereka akan melihat, mendengar, menilai, dan bertindak!

Orang yang dipojokkan akan secara emosional mendapatkan simpati, dan, kalau perlu, akan secara bersama-sama dibela. Orang yang memojokkan akan dipertanyakan dan ‘dikuliti’ (scrutinized): pernyataannya, latar belakangnya, kompetensi dan reputasinya.

Ingat, SBY melesat popularitasnya dan dipilih oleh publik untuk menjadi presiden negara ini karena dia dipersepsi publik sebagai korban penzaliman, pemojokan.

Ingat juga, waktu Joko Widodo (Jokowi) difitnah sebagai keturuan Cina dan non-muslim. Publik yang masih waras, dan bukan hanya para pendukungnya saja, langsung melakukan pembelaan. Orang-orang yang memproduksi dan menyebarkan fitnah itu dibuat tak berkutik di depan altar publik.

Ingat juga, waktu Wimar Witoelar mensejajarkan MUI, Muhammadiyah, dan Aa Gym dengan tokoh-tokoh teroris dan melabeli…

View original post 862 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s